Senin, 19 Desember 2011

IPV6 / Internet Protokol versi 6
IP/Internet Protokol adalah sekumpulan protokol yang terdapat di dalam jaringan komputer yang digunakan untuk berkomunikasi atau bertukar data antar komputer. Protokol merupakan seperangkat aturan yang dalam dunia jaringan komputer yang mengatur agar komunikasi data dalam jarkom dapat berlangsung baik.
IP versi 6 (IPv6) adalah suatu protocol layer ketiga Internet versi baru yang didesain sebagai pengganti dari Internet protocol versi 4 (IPv4) yang didefinisikan dalam RFC 791.

Perbandingan IPv6 dengan IPv4 

- Panjang alamat IPv4 adalah 32 bit, sedangkan panjang IPv6 128 bit. Pada Ipv4, alamat yang didapatkan sejumlah 2 pangkat 32 atau sekitar  4,294 x 109. Dengan menggunakan Ipv6, alamat yang kita dapatkan sejumlah 2 pangkat 128 atau sekitar 3,402 x 1038.
- Contoh alamat IP versi 4 adalah : 203.130.193.74
- Contoh alamat IP versi 6 adalah 21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A.
IP versi 6 memiliki keunggulan yaitu Otomatisasi setting (stateless less auto configuration), Pada setting otomatis ini terdapat 2 cara tergantung dari penggunaan address, yaitu setting otomatis stateless dan statefull.
·       Setting otomatis stateless : Cara ini tidak perlu menyediakan server untuk pengelolaan dan pembagian IP address.
·                Setting otomatis statefull  : Merupakan pengelolaan secara ketat dalam hal range IP address yang di berikan pada host dengan menyediakan server untuk pengelolaan keadaan alamat IP, Dimana cara ini hamper mirip dengan cara DHCP pada IPv4.

Karakteristik Model pengalamatan IPv6
            Secara umum karakteristik model pengalamatan model pada IPv6 memiliki dasar yang sama dengan pengalamatan IPv4. Berikut adalah karakteristik model dari pengalamatan IPv6 :
a.      Core Function of Addressing (Fungsi Inti dari Pengalamatan)
      Dua Fungsi utama dari pengalamatan adalah network interface identification dan routing. Routing merupakan suatu kemudahan untuk melakukan proses struktur dari pengalamatan pada internetwork.
b.      Network Layer Addressing (Pengalamatan Layer Jsaringan)
            Pengalamatan IPv6 masih berhubungan satu dengan yang lainnya dengan network layer pada jaringan TCP/IP  dan langsung dari alamat data link layer (sering disebut phsycal).
c.       Jumlah pengalamatan IP per device (alat)
            Pengalamatan biasanya di gunakan untuk menandai perangkat jaringan sehingga setiap computer yang terhubung biasanya akana memilki 1 alamat(unicase), dan router dapat memilki lebih dari satu alamat untuk masing-masing physical network yang terhubung.
d.      Address Innerpretation and Prefix Representation
            Alamat IPv6 memiliki kesamaan kelas dengan alamat IPv4 dimana masing-masing memiliki bagian network identifier dan bagian host identifier. Jumlah panjang prefix digunakan untuk menyatakan panjang dari network ID itu sendiri(prefix length)
e.       Private and Public Address
            Kedua type dari alamat tersebut terdapat pada IPv6, walaupun kedua type tersebut di definisikan dan di gunakan untuk keperluan yang berbeda.
f.       Type Alamat Pendukung IPv6
            IPv6 juga memiliki 3 type alamat seperti IPv4 akan tetapi dengan beberapa perubahan. Type alamat IPv6 terbagi menjadi 3, yaitu : unicast, multicast, dan anycast. Selain ke tiga pembagian type alamat tersebut, IPv6 juga memilki 1 type alamat lagi yang di gunakan untuk keperluan di masa yang akan datang yang dinamakan dengan reserved.
·         Alamat Unicast
      Alamat Unicast digunakan untuk komunikasi 1 lawan 1 dengan menunjuk 1 host.
·         Alamat Multicast
      Alamat Multicast di gunakan untuk komunikasi 1 lawan banyak dengan menunjuk host dari group.
·         Alamat Anycast
            Alamat Anycast digunkan ketika suatu paket harus dikirimkan kebeberapa member dari group dan bukan mengirimkan ke seluruh member dari group atau dapat juga di katakana menunjuk host dari group, tetapi paket yang dikirim hanya pada satu host saja.
Internet Protocol version 4 (IPv4)
IPv4 adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host computer di seluruh dunia. Alamat IP versi 4 umumnya diekspresikan dalam notasi desimal bertitik. yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8-bit. Nilainya berkisar antara 0 hingga 255. Contoh alamat IP versi 4 adalah 192.168.1.3.
Pada IPv4 ada 3 jenis Kelas, tergantung dari besarnya bagian host :
  • Kelas A (bagian host sepanjang 24 bit , IP address dapat diberikan pada 16,7 juta host) -- mulai dari 0.0.0.0 s/d 127.255.255.255 (net 0.0.0.0 dan 127.0.0.0 pengecualian)
  • kelas B (bagian host sepanjang 16 bit = 65534 host) -- mulai dari 128.0.0.0 s/d 191.255.255.255
  • kelas C (bagian host sepanjang 8 bit = 254 host ) -- mulai dari 192.0.0.0 s/d 224.255.255.255
Pemberian alamat dalam internet mengikuti format IP address dinyatakan dengan 32 bit (bilangan 1 dan 0) yang dibagi atas 4 kelompok (setiap kelompok terdiri dari 8 bit atau oktet) dan tiap kelompok dipisahkan oleh sebuah tanda titik. Untuk memudahkan pembacaan,
penulisan alamat dilakukan dengan angka desimal, misalnya  192.168.1.100.
jika dinyatakan dalam binary menjadi:
 01100100.00000011.00000001.01100100.
Dari 32 bit ini berarti banyaknya jumlah maksimum alamat yang dapat dituliskan adalah 2 pangkat 32, atau 4.294.967.296 alamat. Format alamat ini terdiri dari 2 bagian, net id dan host id. Net id menyatakan alamat jaringan sedangkan host id menyatakan alamat lokal (host/router). Dari 32 bit ini, tidak boleh semuanya angka 0 atau 1 (0.0.0.0 digunakan untuk jaringan yang tidak dikenal dan 255.255.255.255 digunakan untuk broadcast).
Format Paket IPv4
Paket-paket data dalam protokol IP dikirimkan dalam bentuk datagram. Sebuah datagram IP terdiri atas header IP dan muatan IP (payload). Header IP menyediakan dukungan untuk memetakan jaringan (routing), identifikasi muatan IP, ukuran header IP dan datagram IP, dukungan fragmentasi, dan juga IP Options. Sedangkan payload IP berisi informasi yang dikirimkan. Payload IP memiliki ukuran bervariasi, berkisar dari 8 byte hingga 65515 byte. Sebelum dikirimkan di dalam saluran jaringan, datagram IP akan "dibungkus" (encapsulation) dengan header protokol lapisan antarmuka jaringan dan trailer-nya, untuk membuat sebuah frame jaringan. Setiap datagram terdiri dari beberapa field yang memiliki fungsi tersendiri dan memiliki informasi yang berbeda – beda.
Kelemahannya alamat IPv4., yaitu
1.      Pertumbuhan Internet yang cepat karena permintaan ontent maupun aplikasi berbasis web lainnya, sehingga mengakibatkan hampir habisnya alamat IPv4.
2.      Router yang menangani Backbone Internet kini harus menangani routing tables yang sangat besar akibat pertumbuhan Internet yang sangat cepat.
3.      Kebutuhan untuk konfigurasi yang lebih mudah
  1. Support yang lebih baik untuk pengiriman paket data yang secara real-time
TCP/IP
TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu computer ke computer lain di dalam jaringan Internet. TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja. Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai alamat IP(IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet. Internet Protocol (IP) merupakan salah satu lapisan Internet referensi model DoD (setaraf dengan OSI model) yang berfungsi memberikan alamat atau identitas logika sehingga kita dapat melakukan aktivitas Internet. Dengan menggunakan notasi angka berjumlah 32 bit.
IP memiliki tiga fungsi utama :
1. Servis yang tidakbergaransi (connetionless oriented).
2. Pemeahan (Fragmentation) danpenyatuanpaket.
3. Fungsi routing (meneruskanpaket).
Protokol yaitu suatu kesatuan aturan yang harus ditaati oleh dua atau lebih station yang akan menentukan bagaimana agar dapat berkomunikasi serta saling bertukar data / informasi / file. Protokol TCP/IP merupakan protokol yang paling banyak digunakan pada jaringan internet.
Arsitektur TCP/IP
      Arsitektur TCP/IP tidaklah berbasis model referensi tujuh lapis OSI, tetapi menggunakan model referensi DARPA. TCP/IP merngimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis.
      Empat lapis ini, dapat dipetakan (meski tidak secara langsung) terhadap model referensi OSI. Empat lapis ini, kadang-kadang disebut sebagai DARPA Model, Internet Model, atau DoD Model, mengingat TCP/IP merupakan protokol yang awalnya dikembangkan dari proyek ARPANET yang dimulai oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.
      Setiap lapisan yang dimiliki oleh kumpulan protokol (protocol suite) TCP/IP diasosiasikan dengan protokolnya masing-masing. Protokol utama dalam protokol TCP/IP adalah sebagai berikut:
§  Protokol Lapisan Aplikasi: bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP.
Protokol ini mencakup  :
      Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP),
      Domain Name System (DNS),
      Hypertext Transfer Protocol (HTTP),
      File Transfer Protocol (FTP),
      Telnet,
      Simple Mail Transfer Protocol (SMTP),
      Simple Network Management Protocol (SNMP), dan masih banyak protokol lainnya.
      Dalam beberapa implementasi stack protokol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBIOS over TCP/IP (NetBT).
§  Protokol Lapisan antar-host: berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah  :
      Transmission Control Protocol (TCP) dan
      User Datagram Protocol (UDP).
§  Protokol Lapisan internetwork: bertanggung jawab untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah :
      Internet Protocol (IP),
      Address Resolution Protocol (ARP),
      Internet Control Message Protocol (ICMP), dan
      Internet Group Management Protocol (IGMP).
§  Protokol lapisan antarmuka jaringan: bertanggung jawab untuk meletakkan frame-frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan.
           
Layanan Protokol TCP/IP
Berikut ini adalah layanan tradisional yang dapat berjalan di atas protokol TCP/IP:
  • Pengiriman berkas (file transfer). File Transfer Protocol (FTP) memungkinkan pengguna komputer yang satu untuk dapat mengirim ataupun menerima berkas ke sebuah host di dalam jaringan.
  • Remote login.Network terminal Protocol (telnet) memungkinkan pengguna komputer dapat melakukan log in ke dalam suatu komputer di dalam suatu jaringan secara jarak jauh.
  • Computer mail. Digunakan untuk menerapkan sistem surat elektronik. (Keterangan lebih lanjut mengenai e-mail dapat dilihat pada RFC 821RFC 822.)
  • Network File System (NFS). Pelayanan akses berkas-berkas yang dapat diakses dari jarak jauh yang memungkinkan klien-klien untuk mengakses berkas pada komputer jaringan, seolah-olah berkas tersebut disimpan secara lokal.
  • Remote execution. Memungkinkan pengguna komputer untuk menjalankan suatu program tertentu di dalam komputer yang berbeda.
  • Name server yang berguna sebagai penyimpanan basis datanama host yang digunakan pada Internet
Keunggulan Protokol TCP/IP
ü  Perkembangan protokol TCP/IP menggunakan standar protocol terbuka , sehingga tersedia secara luas. Semua orang bisa mengembangkan perangkat lunak untuk dapat berkomunikasi menggunakan protocol ini.
ü  Tidak tergantung pada perangkat keras atau sistemoperasi jaringan tertentu, sehingga TCP/IP cocok untuk menyatukan bermacam-macam network, misalnya Ethernet, token ring, dial-up line, X-25 net danlainlain.
ü  Cara pengalamatan bersifat unik dalam skala global ,memungkinkan computer dapat mengidentifikasi secara unik komputer yang lain dalam seluruh jaringan.
ü  TCP/IP memiliki fasilitas routing dan jenis –jenis layanan lainnya yang memungkinkan diterapkan pada internetwork seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen.

Jumat, 16 Desember 2011

 Subnetting IPv/4
Subnetting
     Subnetting adalah pembagian suatu jaringan menjadi lebih kecil untuk mempermudah dalam pengelolaan jaringan. Subnetting dapat menjadi solusi untuk mengurangi adanya tubrukan dalam jaringan, kemudian juga efisiensi, dan pengoptimalan dalam proses pengiriman data dalam jaringan.
Subnetmask
  Jaringan bisa dibagi menjadi beberapa jaringan kecil dengan membagi IP address dengan pembaginya yang disebut sebagai subnetmask atau biasa disebut netmask. Netmask memiliki format sama seperti IP address.
Subnet mask notasi
  Ada dua bentuk notasi subnet, notasi standar dan CIDR (Classless Internet Domain Routing) notasi. Kedua versi dari notasi menggunakan alamat dasar (atau alamat jaringan) untuk menentukan titik awal jaringan,
Cara Menghitung Subnet
a.  Menggunakan static subnetting.
  Jika semua subnetwork dalam satu jaringan menggunakan subnet mask yang sama, hal itu disebut sebagai 'Static Length subnetting.
Keuntungan Statis subnetting:
1)  Mudah untuk mengkonfigurasi.
2) asli IP routing hanya mengerti subnetting statis
 
b. Menggunakan variable length subnetting
Jika subnetwork yang berbeda dalam satu jaringan menggunakan masker subnet yang berbeda, hal itu disebut sebagai panjang variabel subnetting
Keuntungan dari Subnetting Variable Length:
1) addressess Ip dialokasikan tergantung pada   jumlah host hadir dalam subnetwork.
2) addressess ip host yang tersedia secara efisien digunakan dan tidak sia-sia
Ada dua pendekatan dalam melakukan pembentukan subnet yaitu :
a.Berdasarkan jumlah jaringan yang akan dibentuk :
  1. Menentukan jumlah jaringan yang dibutuhkan       dan merubahnya menjadi biner.
  2. Menghitung jumlah bit dari nomor 1.
  3. Jumlah bit hostID baru adalah HosTID lama       dikurangi jumlah bit nomor 2.
  4. Isi subnetID dengan 1 dan jumlahkan dengan        NetIDLama.

b. Berdasarkan jumlah host yang dibentuk dalam           jaringan.
  1. Ubah IP dan netmask menjadi biner.
  2. Memilih jumlah host terbanyak dalam suatu       jaringan dan rubah menjadi biner.
  3. Hitung jumlah bit yang dibutuhkan angka biner           pada nomor 1.
  4. Ubah netmask jaringan kita dengan cara              menyisakan angka 0 sebanyak jumlah perhitungan       nomor 3.